Ada dua macam usaha dalam budidaya ikan lele yaitu proses pemijahan dan pembesaran. Pada umumnya pemelihara ikan lele lebih mencari gampangnya saja yaitu hanya melakukan proses pembesaran saja, namun disisi lain ada yang mempelajari bagaimana cara perawatan ikan lele setelah pemijahan? memang proses ini sangat sulit karena sudah banyak orang yang gagal melakukannya. Tapi anda tidak perlu khawatir, disini kami akan memberikan tips merawat telur lele dengan baik dan benar.

Biasanya indukan lele mengeluarkan telur sehari setelah pemijahan dan ketika telur-telur itu menetas akan berubah menjadi stadia larva. Telur lele memiliki lapisan pelekat seperti lem, sehingga cangkangnya akan melekat pada dinding, maka jangan sekali-kali mencabutnya karena akan merusak telur tersebut. Kekuatan pelekat itu akan berkurang dengan berjalannya waktu atau perkembangan telur sampai menetas, jadi untuk mengurangi kerusakan pada telur, sebaiknya mengangkat induk ikan lele yang telah memijah dan masukkan ke dalam wadah atau kolam pemeliharaan kembali.

Ciri-ciri telur ikan lele yang sudah di buahi akan berwarna kuning cerah kecoklatan, kalau telur berwarna putih pucat atau putih susu berarti belum terbuahi sama sekali, dan telur-telur itu akan menetas dalam waktu 18-24 jam setelah pemijahan. Untuk lebih jelasnya, silahkan pelajari tips-tips berikut ini.

1. Penyesuaian Suhu

Pada penetasan telur ikan lele, suhu optimum yang baik sekitar 29-310 C. Namun semakin tinggi suhu air pada media penetasan, maka semakin cepat pula proses penetasan tersebut. Tapi sebaiknya gunakan suhu optimal saja, supaya ketika telur menetas akan menjadi larva berukuran lebih besar dan kelengkapan semua organ tubuhnya.

2. Penyediaan Oksigen Terlarut

Selama proses penetasan berlangsung, telur-telur ikan lele membutuhkan oksigen yang cukup. Oksigen akan masuk ke dalam telur melalui lapisan permukaan cangkang telur, dan oksigen bisa di peroleh dari cara-cara berikut ini.

  • Memberikan aerasi dengan cara mengunakan aerator
  • Buatlah arus laminar dalam media penetasan telur
  • Dekatkan telur kepermukaan air, karena oksigen tertinggi berada di permukaan air

3. Pencegahan Serangan Penyakit

Setelah pemijahan telur-telur ikan lele akan menetas dalam waktu 18-24 jam dan menjadi larva. Untuk mempermudah proses penetasan, sebaiknya air media penetasan sudah bebas dari mekroorganisme dengan cara berikut ini.

  • Mengendapkan air selama 3-7 hari sebelum di gunakan
  • Tambahkan zat anti jamur, misalnya methylen blue
  • Menyaring dan menyinari air dengan sinar ultraviolet (UV)
  • Menggunakan air langsung dari sumur

Ketika semua telur sudah menetas, sebaiknya ganti ¾ air dari wadah penetasan agar terhindar dari penyakit akibat pembusukan telur yang tidak menetas, dan layak untuk media pemeliharaan larva ikan lele.

4. Pengelolaan Kualitas Air Larva

Larva yang baru menetas akan berkumpul di dasar bak atau wadah pemeliharaan dan biasanya larva tersebut berwarna hijau. Jadi untuk menjaga kualitas air tetap baik, anda harus mengganti air sebanyak 50-70% setiap dua hari sekali, karena ini semua bertujuan untuk membuang kotoran dalam air seperti cangkang telur yang tidak menetas. Jika tidak di buang kotoran itu akan mengendapa di dasar air dan busuk, sehingga akan menimbulkan virus penyakit yang menyerang larva. Ingat, dalam pembuangan kotoran harus berhati-hati supaya larva tidak stres dan ikut terbuang.

5. Pemberian Pakan Larva

Larva ikan lele memiliki berat minimal 0,05 gram dan panjang 0,75 cm. dalam waktu tiga hari larva masih menyimpan cadangan makanan dalam bentuk kuning telur dan butir telur, jadi pemberian pakan dilakukan setelah tiga hari atau ketika cadangan makanaan dalam tubuhnya habis. Pakan larva umur empat hari yaitu emulsi kuning telur, dan ketika sudah berumur enam hari berikanlah kutu air dan cacing sutra. Pemberian pakan bisa lima kali dalam sehari dan supaya tidak mengotori air, sebaiknya berilah makanan secukupnya.

Categories: Binatang